Home » » ADI (Akademi Da'wah Indonesia) Kota Metro Lampung

ADI (Akademi Da'wah Indonesia) Kota Metro Lampung

Written By ADI METRO on Sabtu, 20 April 2013 | 09.34

DEWAN  DA'WAH METRO-LAMPUNG

URGENSI PENGKADERAN DA`I ILALLAH
Untuk
SELAMATKAN INDONESIA DENGAN DA`WAH
LATAR BELAKANG 
1. Indonesia sedang berada pada krisis multidimensi
2. Tidak ada suatu gerakan yang terbukti mampu mengentaskan manusia atau suatu bangsa dari keterpurukan melainkan gerakan da`wah
3. Unsur terpenting dari da`wah itu adalah da`inya  
Pendahuluan
“Selamatkan Indonesia dengan Da’wah” 
Negeri  bernama  Indonesia yang kita cintai, saat ini berada ditepi jurang kehancuran, musibah dan bencana silih berganti datang. Jika mengacu kepada penjelasan Allah Swt. dalam surat al-Isra ayat 58, sangat boleh jadi hal itu disebabkan karena kemunkaran dan kemaksiatan yang terjadi di negeri ini bukan hanya sebatas tumbuh dan berkembang, tetapi juga ditumbuhkan dan dikembangkan.
Melihat fenomena tersebut hendaklah ada sebuah gerakan penyelamatan dari kehancuran itu, seperti yang digambarkan dalam al-Quran surat Ali Imran ayat 103.  Dan sepanjang sejarah gerakan penyelamatan yang pernah berhasil menyelamatkan manusia dari kehancuran hanyalah gerakan da’wah. Karena itu Dewan Da’wah mencanangkan gerakan Selamatkan Indonesia dengan Da’wah”.
Saat ini gerakan da`wah itu, sedang berkonsentrasi ke wilayah pedalaman dan perbatasan. Bentuknya dengan mengirimkan para da’i yang memiliki kualifikasi yang memadai untuk berda`wah di  kedua wilayah tersebut .
Untuk mempersiapkan para kader da’i, Dewan Da’wah mengamanahkannya kepada Sekolah Tinggi Ilmu Da`wah (STID) Mohammad Natsir. Dalam rangka menunaikan amanah itu maka diperlukan evaluasi terhadap program pengkaderan da`i di STID Mohammad Natsir yang selama ini telah berjalan. Salah satu hasil evaluasi tersebut adalah munculnya konsep pengkaderan da`i yang baru dan insya Allah akan diberlakukan mulai tahun akademik 2012-2013.
Semoga konsep baru ini mendapat ridho Allah Swt.,  dapat direalisasikan dan menghasilkan para dai yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. 

Visi Pengkaderan  
  Menjadi pusat kaderisasi da’i ilallah untuk pengembangan da’wah Islam atas dasar iman dan takwa menuju terciptanya ketahanan ummat dan bangsa.
Dr. Anwar Harjono, SH
Anwar Harjono, mengatakan , katada`wahberasal dari ayat al-Qur`anul Karim. Dan mulai dikenal luas oleh masyarakat di tanah air sejak dipakai sebagai rujukan oleh bapak Mohammad Natsir pada setiap ceramah dan pidatonyaSebelum itu masyarakat telah kenal dengan istilahTabligh”. Setiap kegiatan da`wah pada dasarnya berisi tabligh, tetapi kata da`wah lebih luas daripada tabligh. ( Lihat : Mohammad Natsir, Fiqhud Da`wah, Jakarta: Media Da`wah, 2003, Cet. Ke-XII Pendahuluan, h. VI-VII )
H. Agus Salim 

Riwayat kedatangan Islam berbeda dengan riwayat kadatangan Hindu yang penyebarannya hidup terpisah dari anak negeri. Berbeda pula dengan agama Kristen yang datang sebagai agama pertuanan, yang dari awal dimenangkan derajatnya dan dilebihkan anggapannya oleh pihak pertuanan itu. Islam datang tidak dibawa oleh orang asing yang menjadi tuan disini. Agama Islam timbul dan tumbuh di dalam ruh bangsa kita di sini dari bermula ditumbuhi benihnya. Patut sekali kita katakan bahwa agama Islam bagi bangsa kita adalah agama sebangsa, malah agama kebangsaan.’  (Anwar Harjono  et. al, M. Natsir, Sumbangan dan Pemikirannya untuk Indonesia,  hlm. 5-6)
 Kedatangan Islam di belahan bumi manapun memang terbilang unik. Inilah makna dari istilah rahmatan lil alamin yang menjadi salah satu karakteristik agama ini. Islam membawa misi perubahan kearah yang lebih baik dan menangkat derajat pemeluknya bahkan setiap kehidupan yang berada dalam lingkupnya. Selain melakukan proses Islamisasi dalam berbagai bidang baik dari sisi bahasa, keyakinan, akhlaq, serta kebudayaan, Islam juga menancapkan peradaban ilmu yanag positif dan bersifat menjaga kealngsungan hidup semua ekosistem baik manusia maupun alamnya. Lihat selengkapnya pada bahasan tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan masa kini; teori dan praktik pada buku; (Wan Mohd Nor Wan Daud, The Educational Philosophy and Practic of Syed Muhammad Naquib Al Attas, terj. Hamid Fahmy, Bandung: Mizan Media Utama, 2003, hlm. 317) 
Prof. Dr. Deliar Noer 
  Pada masa itu orang-orang Islam digolongkan sebagai penduduk pribumi atau yang lainnya. Orang Batak atau Cina di Sumatera yang masuk Islam, disebut telah mengubah “kebangsaannya” menjadi Melayu. Di Jawa, semua orang pribumi disebut “wong selam” (orang Islam). Sebaliknya Barat atau Belanda disamakan dengan Kristen”. (Deliar Noer, 1988:8-9) Anwar Harjono  et. al, M. Natsir, Sumbangan dan Pemikirannya untuk Indonesia,  hlm. 5-6 
H. Agus Salim
Identifikasi Islam dengan kebangsaan, menurut Agus Salimmulai terganngu secara Nasional sejak berdirinya  Indesche Sociaal Democratische Vereniging (ISDV) di Semarang pada tahun 1913. Melalui Semaun, ketua SI Semarang, ISDV menyusup ke tubuh SI dan secara sistematis melakukan berbagai upaya memecah belah pergerakan nasional, dengan memperkecil eksistensi SI. ISDV yang berhaluan komunis, didirikan oleh Hendricus Josephus Fransiscus Maria Sneevliet bersama Adolf Baars (Agus Salim, hlm. 7-8) 
Misi Pengkaderan
1.Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman Salaf as-Shalih 
2.Melaksanakan penelitian da’wah yang berorientasi pada pemecahan problematika keummatan dan bangsa. 
3.Melaksanakan pelayanan kepada masyarakat yang berbasis penyiaran dan teori pengembangan masyarakat Islam
TUJUAN PENGKADERAN 
1.Melahirkan da’i yang memiliki integritas sebagai da’i Ilallah.
2.Melahirkan da’i yang meguasai  ulum al din dan ad da’wah
3.Melahirkan  da’i yang memiliki skill komunikasi dan da’wah.
 TARGET 
Melahirkan ….. kader da`i ilallah selama ….. tahun untuk terpenuhinya keperluan da’i  di berbagai wilayah  ………. untuk suksesnya gerakan Dewan Da’wah “Selamatkan Indonesia dengan da’wah”.
BUDAYA KAMPUS DA`WAH
Dalam mewujudkan visi, misi, tujuan, dan target pengkaderan da`i ilallah, penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran  dilaksanakan oleh civitas akademika yang memiliki komitmen untuk meneladani kehidupan Rasulullah dan para shahabat dalam seluruh sisi kehidupannya.
Profil Lulusan 
1.Memiliki integritas sebagai da’i Ilallah
2.Hafal minimal 4 Juz Al-Qur`an, 80 ayat dan  hadits pilihan, serta 80 perkataan ulama/ tokoh da`wah
3.Mampu membaca dan memahami teks kitab berbahasa Arab dan  berkomunikasi  dengan bahasa Arab
4.Memiliki kemampuan dasar berbahasa Inggris
5.Menguasai ilmu syar’i dan ilmu da’wah
6.Memiliki skill da’wah dan komunikasi
7.Terampil melaksanakan dan memandu ummat dalam beramal Islami
8.Memiliki kemampuan dasar untuk menghadapi ghazwul fikri, harakah haddamah dan irtidad
9.Memiliki semangat juang dan kesabaran yang tinggi di medan pengabdian da’wah
10.Memiliki kemampuan dalam membuat peta dan laporan da`wah  yang efektif
 
 
 
 pos by : Amriadi Mahsiswa ADI Metro
 

Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | CVCN CYBER | CVCN news
Copyright © 2011. ADI LAMPUNG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger